|
Bentengi tubuh Anda dengan zat antibodi. Pacu kandungan zat itu
dengan apitherapy.

Anda menginginkan obat atau ramuan penjaga kesehatan yang lezat?
Apiterahy pilihan tepat untuk hal tersebut. Mengkonsumsi madu, royal
jelly, propolis dan poleh secara rutin, berarti secara tidak sadar
Anda telah menjalani apitherapy. Sementara itu, kadar antibodi di
dalam tubuh juga bisa dipacu dengan bee acupuncture.
Aman & berefek samping kecil
“Prinsip dasar apiterapy adalah menstimulus pembentukan zat antibodi.
Tubuh memiliki kemampuan menyembuhkan dirisediri berkat terbentuknya
zat antibodi. Jadi metoda terapi ini sangat aman. Sebab tidak
melalui proses pemasukkan zat-zat beracun yang bisa tertimbun di
dalam tubuh,”Papar Wima, ahli apiteraphy di Jakarta Timur.
Konsumsi madu, royal jelly, polen dan propolis secara rutin bisa
meningkankan zat antibodi di dalam tubuh. Zat inilah yang bertugas
menangkis serangan berbagai penyakit yang siap menggerogoti
kesehatan Anda.
Peluang munculnya efeksamping akibat menjalani apitherapy sangat
kecil. Menurut Wima, kemungkinan tersebut tidak lebih dari 1%. Efek
samping hanya dialami oleh seseorang yang sensitif atau memiliki
alergi. Itupun tidak berkibat fatal, mudah diatasi dan bisa tetap
menjalani apiterphy.
Hasil racikan si Belang
Selama mempraktekkan apitherapy, Anda tak perlu repot-repot meracik
ramuan. Semua bahan berkasiat yang Anda butuhkan telah diramu oleh
si Belang. Lebah mengemas zat berkhasiat menjadi beberapa macam
produk olahan.
Madu adalah bahan hasil racikan lebah yang terbuat dari nektar bunga.
Sedangkan propolis dibuat dari beraneka getah tanaman. Royal jeli
dihasilkan oleh kelenjar lebah pekerja yang masih muda. Sementara
itu, bee polen merupakan produk yang dibuat dari kumpulan
bermacam-macam serbuk sari bunga. Lebah juga menghasilkan racun
berkhasiat. Racun itu bersumber dari kelenjar yang berada di
sengatnya.
Berbagai bahan atau ramuan hasil cetakan lebah tersebut di atas
memiliki khasiat berlainan. Anda bisa memilih sesuai dengan
kebutuhan yang diinginkan. Atau, bisa meramu beberapa bahan menjadi
satu agar lebih komplit dan memberikan hasil yang optimal serta
seimbang terhadap kesehatan Anda.
Madu adalah bahan berkhasiat paling populer. Cairan kental
menyerupai minyak goreng ini mengandung gula, vitamin B6, tiamin,
riboflavin, kalsium, asam patogenik, tembaga, magnesium, mangan,
besi, fosfor, potasium, sodium, seng, asam amino dan antioksidan.
Ramuan buah tangan lebah yang lain yaitu propolis. Bahan ini tidak
begitu populer. Bersifat antibakteri, antivirus, antioksidan,
antijamur, dan antiinflamantory. Propolis dapat menyembuhkan alergi,
luka yang memborok, penyakit kulit, kanker, flu,bronchitis, gangguan
telinga, dan sakit kepala.
Produk berkhasiat lain yang dihasilakan oleh lebah yaitu royal jeli.
Wujudnya menyerupai susu. Sehingga sering juga disebut sebagai susu
lebah. Cairan ini dihasilkan oleh kelenjar saliva yang dimiliki oleh
lebah pekerja.
Royal jeli memiliki
kemampuan mencegah dan mengobati kelelahan. Selain itu, cairan ini
juga berkhasiat meredam asma serta menurunkan kandungan kolesterol
dalam darah. Susu lebah juga sering dimanfaatkan sebagai salahsatu
bahan peramu kosmetik. Terutama krim pengencang kulit.
Tawaran jasa baik lain dari lebah adalah polen. Benda mungil ini
sering dimanfaatkan sebagai obat kuat. Para atlet olahraga sangat
dianjurkan mengonsumsi polen sebagai nutrisi pendongkrak kekuatan.
Polen juga memiliki kemampuan melancarkan metabolisme, membantu
pencernaan, sebagai antioksidan dan ampuh menangkis kanker.
Masih Jarang
Dianut
Apitherapy sebenarnya telah dikenal beribu-ribu tahun lalu. Bangsa
Mesir telah menggunakan berbagai hasil sekresi lebah sebagai sarana
penunjang kesehatan mereka. Semisal Madu. Raja-raja Mesir
mempercayai bahwa cairan kental berwarna cokelat keemasan ini
mengandung banyak manfaat serta berjuta khasiat.
Di negara kita, terapi lebah belum begitu populer. Terbukti dengan
masih minimnya jumlah literatur serta hasil penelitian di bidang
perlebahan. Obat-obat yang bersumber dari komponen-komponen lebah
hanya dijajakan sebatas oleh pedagang obat tradisional. Padahal
aneka hasil sekresi lebah telah banyak diteliti di luar negeri.
Proses produksi farmasi berbahan baku lebah di luar negeri sudah
menjadi sebuah bidang industri besar. Bahkan, bidang kedokteran pun
telah melegalkan terapi lebah sebagai salah satu teknik pengobatan.
Negara terbesar pengembang terapi lebah adalah Cina. Di negara itu
telah memiliki rumah sakit khusus terapi lebah. Saat ini WHO pun
sudah mengakui bahwa serangga bersengat ini memiliki beragam zat
yang bisa mencegah bahkan mengobati berbagai penyakit. Diantaranya
diabetes,
kanker, dan stroke.
Meski Indonesia telah memiliki
rumah sakit khusus terapi lebah, namun keberadaannya masih sangat
terbatas. Gaung apitherapy di dalam masyarakat masih terasa kalah
dengan isu terapi alami yang dilakukan metoda metoda lain.
Ingin mendalami secara tuntas?
Silakan menyimak dalam buku (Franz J.B.)
|